Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC Indonesia dan KOPTI Bogor

Kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Forum Tempe Indonesia (FTI) ini bekerjasama dengan United States of America Soybean Export Council (USSEC) Indonesia dan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Bogor.

Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor
Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor

Dinas Koperasi dan UKM Deli Serdang kirim perwakilan untuk mengikuti Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia (FTI) di Bogor.

Pelatihan Produksi Tempe oleh Forum Tempe Indonesia (FTI) ini diikuti sebagai studi banding dan sharing tentang produk tempe mengingat di Kabupaten Deli Serdang terdapat banyak UKM yang bergerak dibidang pengolahan tempe.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Forum Tempe Indonesia (FTI) ini bekerjasama dengan United States of America Soybean Export Council (USSEC) Indonesia dan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Bogor.

Forum Tempe Indonesia (FTI) merupakan suatu lembaga independen yang beranggotakan para akademisi, individu dan masyarakat yang peduli terhadap pengembangan UKM tempe di Indonesia.

Forum ini dibentuk dengan tujuan untuk mempromosikan dan mengembangkan UKM tempe serta produk turunannya sebagai salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang sangat menumental.

Forum Tempe Indonesia (FTI) ini juga secara aktif mempromosikan keunggulan nilai gizi dan manfaat kesehatan tempe sebagai salah satu warisan budaya bangsa Indonesia kepada masyarakat luas.

Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor
Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor

Kegiatan Pelatihan Produksi Tempe Higienis ini diselenggarakan selama 3 (tiga) hari mulai hari Senin – Rabu tanggal 27 – 29 Januari 2020 di Rumah Fabio dan Rumah Tempe Indonesia, Bogor.

Hari pertama pelatihan diawali dengan registrasi dan pretest oleh para peserta pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan penjelasan program pelatihan oleh Dr. Dadi Hidayat Maskar dari United States of America Soybean Export Council (USSEC) Indonesia dan kata sambutan oleh Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS Ketua Forum Tempe Indonesia (FTI).

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama yaitu Keunggulan Kedelai US dan Pengembangan Produk Olahannya oleh Dr. Dadi Hidayat Maskar dari United States of America Soybean Export Council (USSEC) Indonesia.

Pada materi ini Dr. Dadi Hidayat Maskar menyampaikan bahwa Amerika merupakan salah satu negara penghasil kedelai dengan 2,1 juta ton setiap tahunnya.

Adapun pengembangan produk olahannya yaitu Tempe Generasi Pertama yang disebut dengan G1.

Tempe Generasi Pertama (G1) ini dihasilkan dari tempe yang dimasak secara langsung tanpa tahapan pra pengolahan sebelumnya sehingga aroma, bentuk atau penampakan, warna dan citarasanya masih sangat khas tempe. Contohnya keripik tempe, tempe bacem dan lain-lain.

Kemudian ada Tempe Generasi Kedua (G2) yaitu produk olahan yang sudah banyak berkurang bentuk dan sifat khas tempenya namun citarasanya masih dapat ditemukan. Contohnya tepung tempe, brownis tempe dan lain-lain.

Sedangkan yang terakhir yaitu Tempe Generasi Ketiga (G3) yaitu senyawa-senyawa dalam tempe yang bersifat antikolesterol, antioksidan dan anti kanker dapat diekstrak dengan metode yang tepat. Contohnya tempe dapat diubah dalam bentuk cairan, bubuk, tablet atau kapsul.

Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor
Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor

Selanjutnya dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua yaitu Overview Bisnis Tempe oleh Ibnu Edy Wiyono dari United States of America Soybean Export Council (USSEC) Indonesia.

Pada materi ini Ibnu Edy Wiyono menyampaikan bahwa konsumsi tempe per kapita di Indonesia terus mengalami peningkatan yaitu mulai dari 5,8 kg per kapita per tahun (tahun 1976) menjadi 8,4 kg per kapita per tahun (tahun 2012). Hal ini menunjukkan bahwa bisnis tempe di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Materi ketiga yaitu Nilai Gizi dan Manfaat Kesehatan Tempe atau Kedelai sebagai Pangan Fungsional oleh Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS Ketua Forum Tempe Indonesia (FTI).

Pada materi ini Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS menyampaikan bahwa dilihat dari komposisi gizinya, kadar protein, lemak dan karbohidrat antara tempe dengan kedelai relatif tidak berubah. Akan tetapi karena adanya enzim pencerna yang dihasilkan oleh kapang tempe maka protein, lemak dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah untuk dicerna dan didalam tubuh dibandingkan dengan yang terdapat didalam kedelai.

Adapun manfaat kesehatan tempe yaitu pencegahan obesitas, pencegahan dan penyembuhan diare, pencegahan hipertensi, pencegahan osteoporosis, mengurangi gejala menopause, pencegahan berbagai kanker, pencehajan peyakit neurodegeneratif dan penurunan imunoreaktivitasalergen.

Materi terakhir pada hari pertama yaitu Proses Produksi Tempe Higienis dan Penerapan GHP oleh M. Ridha, MM dari United States of America Soybean Export Council (USSEC) Indonesia.

Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan Q&A untuk peserta pelatihan yang ingin bertanya.

Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor
Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor

Hari kedua, materi pertama yang disampaikan yaitu Digital Marketing pada Produk UMKM oleh Wardina Humayrah, S. Gz, M. Si dari Universitas Sahid Jakarta.

Pada materi ini Wardina Humayrah, S. Gz, M. Si menyampaikan bahwa saat ini ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh UMKM untuk memasarkan produknya yaitu dengan melakukan pemasaran digital marketing, dimana cukup dengan bermodalkan internet dan juga gadget yang mupuni, para pengusaha UMKM bisa ikut menikmati kemudahan dalam usaha di era digital.

Selanjutnya dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua yaitu Inovasi dalam Pengembangan dan Pemasaran Produk UMKM oleh Raja Fauzi dari Jukajo.

Pada materi ini Raja Fauzi menyampaikan bahwa UMKM diharapkan menciptakan usaha kreatif yang mengangkat budaya daerah, pemasaran UMKM yang menjangkau seluruh dunia secara online dan pengenalan platform digital untuk transaksi pembayaran maupun pencatatan transaksi penjualan.

Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor
Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor

Materi ketiga yaitu Perencanaan Keuangan Usaha oleh M. Ridha, MM dari United States of America Soybean Export Council (USSEC) Indonesia.

Pada materi ini M. Ridha, MM menyampaikan bahwa perencanaan keuangan UMKM sebenarnya merupakan kedisiplinan pelaku usaha dalam mengelola keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan. Harus dipisahkan antara keuangan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dengan keuangan untuk usaha, meskipun usaha tersebut dijalankan di rumah.

Materi terakhir pada hari kedua yaitu Praktek Produksi Tempe Higienis di Rumah Tempe Indonesia.

Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor
Pelatihan Produksi Tempe Higienis oleh Forum Tempe Indonesia Bekerjasama dengan USSEC dan KOPTI Bogor

Hari ketiga atau hari terakhir pelatihan, para peserta melakukan Tempe Land Tour ke lokasi wisata edukasi Tempe Land dilanjutkan dengan Cooking Demo olahan tempe.

Setelah Ishoma, para peserta kemudian diajak melihat bagaimana Social Networking dan Market Visit di Tempe Land.

Terakhir sebelum kegiatan pelatihan ditutup, dilakukan Post Test dan Closing Dinner.