10 Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa. Apa Saja? Check It Out!

Beberapa hal yang membatalkan puasa dan pahala berikut ini berlaku untuk semua puasa baik wajib seperti di bulan ramadhan  maupun sunnah.

Puasa merupakan suatu ibadah yang menguji kesabaran untuk menahan lapar dan dahaga juga hawa nafsu.

Dalam melaksanakan ibadah puasa, diperlukan sikap hati-hati agar terhindar dari segala hal atau perkara yang dapat membatalkan maupun hal yang dapat mengurangi kesempurnaan nilai ibadah puasa yang dijalankan.

Banyak hal yang harus dijauhi oleh orang yang berpuasa, karena jika dilakukan pada siang hari bulan ramadhan akan merusak (membatalkan) puasa serta akan mendapatkan dosa yang berlipat.

Nah, kali ini saya akan memberikan informasi tentang 10 hal yang dapat membatalkan puasa Anda.

Beberapa hal yang membatalkan puasa dan pahalanya berikut ini berlaku untuk semua puasa baik wajib seperti di bulan ramadhan  maupun sunnah.

Penasaran?! Langsung saja kita simak.

Let’s check it out 😉

1. Masuknya benda ke dalam tubuh dengan sengaja melalui lubang yang terbuka (mulut, hidung dan lain-lain)

Seperti yang sudah kita tahu bahwa definisi dari shaum atau puasa adalah imsak atau menjaga, menahan sesuatu agar tidak masuk kedalam tubuh kita. Baik itu berupa makanan, minuman, atau obat-obatan.

Sebagaimana dalam Al-Quran Allah SWT berfirman:

“makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam”. (QS. Al-Baqarah, 2: 187)

Adapun jika kita melakukan aktifitas di atas tanpa sengaja, maka kita diwajibkan melanjutkan puasa tersebut sampai selesai tanpa harus menqadhanya.

Hal ini berlandaskan hadis Rasulullah SAW bersabda:

Jika lupa sehingga makan dan minum, hendaklah menyempurnakan puasanya. Karena sesungguhnya Allah SWT yang memberinya makan dan minum”. (HR. Bukhari-Muslim)

2. Muntah dengan sengaja

Berlandaskan hadis Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya menqadha puasanya. Dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya menqadha puasanya.

(Hadits Riwayat Abu Daud 2/310, At-Tirmidzi 3/79, Ibnu Majah 1/536, dan Ahmad 2/498).

3. Haid

Haid yaitu darah yang keluar dari kemaluan perempuan yang sudah menginjak usia batas minimal 9 tahun. Adapun waktu haid paling cepat selama sehari semalam (24 jam). Umumnya darah haid keluar selama satu minggu, dan paling lama masa haid selama 15 hari.

Rasuullah SAW bersabda:

“Bukankah jika haid dia (wanita) tidak shalat dan puasa? Kami katakan: “Ya”, Beliau berkata: “Itulah (bukti) kurang agamanya”. (HR Muslim 79 dn 80 dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah).

4. Nifas

Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Adapun darah yang keluar sebelum melahirkan atau bersamaan dengan waktu melahirkan bukan termasuk darah nifas, akan tetapi disebut dengan darah istihadhah.

Batasan minimal dari darah nifas adalah setetes dalam waktu sebentar. Apabila setelah itu tidak ada lagi darah yang keluar, maka ia suci dan harus mandi besar.

Dan apabila setelah melahirkan tidak ada darah yang keluar, maka  status wanita tersebut suci dan  tetap harus mandi besar karena wiladah (keluarnya anak) yang berasal dari mani suami istri.

Masa nifas biasanya 40 hari. Sedangkan paling lama adalah 60 hari. Dengan demikian wanita yang keluar darah selama masa nifas maka hukumnya si wanita tidak diperbolehkan melakukan shalat dan puasa.

5. Suntikan yang mengandung makanan

Yaitu menyalurkan zat makanan ke perut dengan maksud memberi makan bagi orang yang sakit. Suntikan seperti ini membatalkan puasa, karena memasukkan makanan kepada orang yang puasa.

Adapun jika suntikan tersebut tidak sampai kepada perut tetapi hanya ke darah, maka itupun juga membatalkan puasa, karena cairan tersebut kedudukannya menggantikan kedudukan makanan dan minuman.

Kebanyakan orang yang pingsan dalam jangka waktu yang lama diberikan makanan dengan cara seperti ini, seperti jauluz dan salayin, demikian pula yang dipakai oleh sebagian orang yang sakit asma, ini pun dapat membatalkan puasa.

6. Jima’ (Hubungan Badan)

Imam Syaukani berkata (Dararul Mudhiyah 2/22): “Jima’ dengan sengaja, tidak ada ikhtilaf (perbedaan pendapat) padanya bahwa hal tersebut membatalkan puasa, adapun jika jima’ tersebut terjadi karena lupa, maka sebagian ahli ilmu menganggapnya sama dengan orang yang makan minum dengan tidak sengaja”.

Ibnu Qayyim berkata (Zaadul Ma’ad 2/66): “Al-Qur’an menunjukkan bahwa jima’ (hubungan badan) membatalkan puasa seperti halnya makan dan minum, tidak ada pebedaan pendapat akan hal ini”.

Bagi pasangan yang dengan sengaja melakukan Jimak saat berpuasa, maka diwajibkan baginya membayar kafarat yaitu memerdekakan budak mukmin. Apabila dia tidak sanggup atau tidak menemukannya, maka wajib baginya berpuasa di luar puasa Ramadhan selama dua bulan berturut-turut.

Dan apabila ia tidak mampu juga maka diwajibkan membayar fidyah untuk 60 orang fakir atau miskin. Dan bagi tiap-tiap orang miskin mendapatkan satu mud dari makanan yang mencukupi untuk zakat fitrah.

Apabila ia tidak mampu semuanya, maka kafarat tersebut tidak gugur dan tetap menjadi tanggungannya. Dan pada saat ia ada kemampuan untuk membayar dengan cara mencicil, maka lakukan saja dengan segera.

7. Keluar Mani

Keluarnya air mani karena bersentuhan meski tanpa berhubungan seksual dapat membatalkan ibadah puasa.

Baik itu keluar dengan usaha tangan sendiri (masturbasi) atau bersentuhan tangan seorang isteri yang halal.

Dan apabila keluar air mani tanpa bersentuhan seperti mimpi basah, maka ibadah puasanya tidak batal.

8. Merokok

Saat melaksanakan puasa lalu merokok maka batal puasanya, karena asap rokok termasuk benda (lain) yang bisa masuk kedalam lambung kecuali mencium wangi-wangian.

9. Hilang Akal

Ada beberapa ciri orang hilang akal yang menyebabkan puasanya batal:

Pertama yaitu gila. Orang yang hilang akal akan menyebabkan dirinya tidak bisa membedakan perkara halal dan haram. Perkara baik dan tidak baik, maka dia dianggap sudah keluar daeri kewajiban (mukallaf) dan dihukumi sama halnya seperti bayi.

Kedua, mabuk dan pingsan. Jika disengaja, maka mabuk dan pingsan membatalkan puasa biarpun sebentar. Seperti dengan sengaja mencium sesuatu yang ia tahu kalau ia menciumnya pasti mabuk atau pingsan.

Jika mabuk dan pingsannya adalah tidak disengaja maka akan membatalkan puasa jika terjadi seharian penuh.

Tetapi jika dia masih merasakan sadar walau hanya sebentar di siang hari maka puasanya tidak batal.

10. Murtad

Murtad yaitu melakukan sesuatu hal yang menyebabkan seseorang keluar dari islam dengan (semisal) mengingkari keberadaan Allah SWT sebagai dzat tunggal, disaat ia sedang melaksanakan ibadah puasa, maka puasanya batal.

Nah, itulah dia 10 hal yang dapat membatalkan puasa Anda. Hal ini berlaku baik untuk puasa sunnah atau wajib ketika bulan ramadhan.

Dari keterangan diatas, semoga bisa membantu Anda agar dapat menjalankan puasa sebaik-baiknya dan menghindari hal yang membatalkan puasa ramadhan seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Oiya… jika kamu sedang mencari cemilan untuk berbuka puasa selama di bulan ramadhan kamu bisa kunjungi Pojok UKM Deli Serdang ya…

Pojok UKM merupakan tempat belanja hasil produksi UMKM Deli Serdang mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan hingga souvenir yang bisa kamu jadikan oleh-oleh khas Deli Serdang yang pastinya unik dan menarik.

Pojok UKM Deli Serdang terletak di Jalan Karya Utama No. 4 Lubuk Pakam (Komplek Kantor Bupati Deli Serdang). Lebih tepatnya terletak disamping Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang.

Pojok UKM kini juga sudah hadir di Taman Buah Lubuk Pakam lho…

Pojok UKM Taman Buah Lubuk Pakam berada di area sebelah kiri Pintu Masuk Utama Taman Buah Lubuk Pakam. Tepatnya berada di area sebelah kiri Patung Buah Taman Buah Lubuk Pakam.

Jadi, buat kamu yang ingin berekreasi ke Taman Buah Lubuk Pakam, kamu bisa singgah sebentar ke Pojok UKM untuk membeli cemilan atau oleh-oleh khas Deli Serdang pastinya.

Produk UMKM Deli Serdang ini juga bisa kamu pesan secara online via website Deli Serdang Mall di www.deliserdangmall.com atau via chat WhatsApp di 0811 6147 773

Atau download langsung aplikasinya di Play Store untuk pemesanan kapan saja dan dimana saja.

Beragam produk UMKM Deli Serdang juga bisa kamu temukan di P3UD (Pusat Pengembangan Produk Unggulan Daerah) Deli Serdang yang terletak di Jalan Medan – Lubuk Pakam kilometer 20,2 Tanjung Morawa.

Oke… Selamat Berpuasa 😉